Menjadi seorang guru ternyata bukan hal mudah, cukup menyita pikiran dan perasaan. Bagaimana tidak, hampir setiap saat seorang guru harus penuh perhatian melihat perubahan anak-anak didiknya yang jumlahnya tidak cukup hanya satu atau dua orang, melainkan lebih dari sepuluh. Murid mana yang sudah faham tentang tema pelajaran yang disampaikan dan mana yang belum. Tidak cukup hanya itu, guru harus mencari akal supaya anak didiknya benar-benar mampu menerima pelajaran yang telah disampaikan. Mungkin tidak harus faham benar, minimal lima pertanyaan dapat dijawab tiga. Tidak sembarang trik tentunya untuk itu, otak kerja ekstra tentu menjadi kebiasaan seorang guru. Bukan cukup itu saja, guru harus faham terhadap karakter masing-masing murid yang dididiknya, karena dengan itu pola atau metode guru dalam menyampaikan pelajaran amat mempengaruhi terhadap pemahaman anak didiknya dalam menerima. Lagi-lagi, tidak semua anak didik mudah diatur juga, terkadang mereka memiliki berbagai masalah yang entah itu datang dari dalam diri si anak didik atau pun dari luar anak didik itu sendiri, keluarga misalkan. Guru tidak mungkin terus tinggal diam. Garis besarnya, guru tersita pikiran dan perasaannya.
Guru juga bisa menjadi tokoh pahlawan bagi anak didiknya. Hal ini pernah dialami oleh seorang ibu guru di sebuah rintisan sekolah alam. seorang anak SD kelas 1 bisa memberikan celetukan yang amat polos dengan mengatakan "Wah Bu Guru hebat...seperti Spiderman!" yang ketika itu mereka sama-sama sedang berjalan menyusuri sebuah dua pematang sawah diantara aliran irigasi. Anak itu melihat ibu guru yang ada di depannya berjalan menunduk dengan kedua tangan penuh dengan bawaan meja lipat, tikar dan lainnya. Tujuan ibu gurunya menunduk sesungguhnya hanyalah untuk menjaga keseimbangan badannya ketika harus menaiki terasering di pematang sawah yang dilaluinya. Kontan saja ibu gurunya tertawa mendengar celetukan muridnya yang secara spontan itu mengeluarkan isi hati dari apa yang dilihatnya baru saja.
Apa yang terjadi dari kisah tersebut adalah salah satu bagian dari nikmatnya menjadi seorang guru yang ketika berbaur dengan anak-anak didiknya, ketika itu pula ia harus memahami sisi-sisi menarik anak didiknya disamping mereka juga penimbul masalah terhadap pikiran dan perasaan gurunya. Jika Anda seorang guru, sudahkah memahami sisi-sisi indah mereka? Sepertinya sudah saatnya kita belajar...Yuuuk !!
Guru juga bisa menjadi tokoh pahlawan bagi anak didiknya. Hal ini pernah dialami oleh seorang ibu guru di sebuah rintisan sekolah alam. seorang anak SD kelas 1 bisa memberikan celetukan yang amat polos dengan mengatakan "Wah Bu Guru hebat...seperti Spiderman!" yang ketika itu mereka sama-sama sedang berjalan menyusuri sebuah dua pematang sawah diantara aliran irigasi. Anak itu melihat ibu guru yang ada di depannya berjalan menunduk dengan kedua tangan penuh dengan bawaan meja lipat, tikar dan lainnya. Tujuan ibu gurunya menunduk sesungguhnya hanyalah untuk menjaga keseimbangan badannya ketika harus menaiki terasering di pematang sawah yang dilaluinya. Kontan saja ibu gurunya tertawa mendengar celetukan muridnya yang secara spontan itu mengeluarkan isi hati dari apa yang dilihatnya baru saja.
Apa yang terjadi dari kisah tersebut adalah salah satu bagian dari nikmatnya menjadi seorang guru yang ketika berbaur dengan anak-anak didiknya, ketika itu pula ia harus memahami sisi-sisi menarik anak didiknya disamping mereka juga penimbul masalah terhadap pikiran dan perasaan gurunya. Jika Anda seorang guru, sudahkah memahami sisi-sisi indah mereka? Sepertinya sudah saatnya kita belajar...Yuuuk !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar